Arsip

Posts Tagged ‘Jazz’

Ermy Kullit; Ratu Bossas Indonesia

Agustus 3, 2011 Tinggalkan komentar

Ermy Kullit

Jazz itu ibarat kelapa: makin tua makin berminyak. Pemusik atau penyanyi jazz makin tua makin matang. Sebaliknya dengan pemusik atau penyanyi pop. Kalau usia sudah di atas 27 tahun, maka masa kejayaan itu, pelan tapi pasti, memudar. Apalagi, bagi penyanyi yang hanya mengandalkan tampang dan bokong doang. Baca selanjutnya…

Iklan

ALIENASI HARMONI JAZZ DI “TELINGA DANGDUT”

Ilustrasi

Suatu anggapan bahwa jazz memiliki sofistikasi tinggi sehingga memerlukan kapasitas intelegensia yang lebih dari pada memahami musik non jazz, boleh jadi merupakan sebuah klaim yang sewenang-wenang. Namun fenomena lebih diterimanya harmoni dangdut daripada harmoni jazz, bukan semata-mata suatu kebiasaan telinga seseorang menerima harmoni tersebut. Bahkan kita mesti bertanya lagi ‘Harmoni jazz yang mana? Ragtime, swing, bebop, free jazz, fusion atau yang lain?’ Pemahaman tentang hal ini akan semakin membuka mata, dengan strategi apa mensosialisasikan jazz di tanah air tercinta? Karena untuk jadi pemenang, kita mesti memandang dunia (dalam hal ini musik jazz) lebih lengkap lagi. Historis, ideologis, dan gramatik musik jazz sendiri. Pendekatan historis-pun jangan hanya terpaku ‘dari mana’ dan ‘kenapa dia lahir’, tetapi juga ‘bagaimana dia dibesarkan’. Masalah gramatik musik, penulis disini akan fokus memperlihatkan aspek-aspek yang Mempengaruhi kenapa harmoni jazz susah diterima ‘telinga dangdut’ (maksudnya telinga kita semua yang hidup di negeri dangdut). Baca selanjutnya…

Cara Menikmati Musik Jazz

Juni 16, 2010 1 komentar

Hebohnya Java Jazz 2009? Menimbulkan adanya beberapa pertanyaan seputar Jazz terutama dari pihak yang baru saja mulai mendengar Jazz, Salah satunya ialah Bagaimana cara menikmati Jazz?

Pada umumnya apresiasi musik merupakan pengalaman pribadi yang sangat intim dan berbeda nilainya bagi setiap pendengar, tentunya secara khusus Jazz juga demikian adanya. Baca selanjutnya…

Tompi; Dokter Muda yang Piawai Menyanyi Jazz

Juni 10, 2010 1 komentar

Tompi

Lahir dengan nama Teuku Adifitrian, atau lebih yang popular dengan nama Tompi pada tanggal 22 September 1978 di Lhokseumawe Aceh. Kesenian daerah Aceh sangat mendukung dengan hobi dan bakat Tompi di bidang seni terutama dalam hal tarik suara dan tari. Di Acehlah masa remaja Tompi di habiskan.

Hingga pada tahun 1997 ketika dia melanjutkan studinya di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, di sela-sela waktu kuliahnya bakat tersebut dilanjutkan dan dikembangkan dengan lebih banyak lagi belajar seni musik dan tarik suara bersama penyanyi jazz terkenal di Jakarta Bertha dan pianis Tjut Nyak Deviana.

Baca selanjutnya…

Tiempo Libre; Grup Latin Jazz dari Cuba

TiempoLibre

Band yang mengusung latin jazz dengan awak personel yang terhitung masih muda. Mereka mempunyai karakter yang kuat dengan menggabungkan latin jazz dan irama timba yang unik (varian musik salsa yang menggabungkan musik klasik, latin jazz, funk, hip hop dan nueva trova) dan energik.

Tiempo Libre beranggotakan tujuh anak muda Kuba yang hijrah ke Miami. Mereka adalah Jorge Gomez (Director & Piano), Fernando Pina (Drums), Joaquin Diaz (Vocals), Leandro Gonzalez (Congas), Tebelio “Tony” Fonte (Bass), Eduardo Quintana (Flute & Sax) dan Julio Diaz (Flute & Sax). Baca selanjutnya…

Sekilas Musik Jazz Indonesia.

Mei 25, 2010 1 komentar

Ilustrasi

Adalah sebagai khittah dari “musik pinggiran”, semangat dan aktifitas bergairah terus dari pelaku dan penggemarnyalah yang membuat “musik pinggiran” terus bernafas, walau keringat terus meleleh. Begitupun adanya dengan jazz di tanah air kita. Ini cerita mengenai jazz pada awal pergerakannya di Nusantara.

Ketika jazz mulai dikenal di awal 1900an, jazz yang kental dengan unsur march, ragtime, dance-hall music di seputaran New Orleans, maka di tanah air jazz juga dikabarkan masuk di waktu yang sama. Pada tahun 1920, tercatat ada band di bawah pimpinan seorang musikus yang nasionalis, Wage Rudolf Supratman, Black & White. Band tersebut terbentuk dan bermain di kota Makasar.

Baca selanjutnya…

Christian Mcbride; Bassist Sejuta Sesi

Mei 19, 2010 1 komentar

Christian Mcbride

Tidak mengherankan kalau sebutan di atas lumayan pantas disandang oleh pemain bass serba bisa ini. Meski tidak sepenuhnya benar angka satu juta tersebut, hal ini sekedar untuk menggambarkan kesibukan dalam berkarya, baik dengan program-program musik pribadi maupun mendampingi ratusan musisi terkemuka dari berbagai genre musik, yang luar biasa. Sebutan tersebut juga bukanlah bermaksud menunjuknya dalam konotasi negatif. Semua dijalaninya dengan profesional dan memberikan kontribusi penting dalam ruang kebebasan berekspresi.

Baca selanjutnya…

Big Band Jazz

Mei 18, 2010 6 komentar

Big Band

Sebenarnya cukup sulit untuk menentukan sejak kapan tradisi big band telah dimulai. Apakah saat munculnya musik gaya New Orleans atau pada saat era Swing. Komposisi ‘The Chant’ milik Jelly Roll Morton & Red Hot Peppers yang direkam pada tahun 1926 memang merupakan jejak big band meskipun idiomnya masih sangat terasa mereka memainkan gaya New Orleans. Begitu juga dengan apa yang dilakukan oleh King Oliver pada tahun 1929 dengan nama The Orchestra, meskipun hal tersebut hanya perubahan dari sebuah group New Orleans menjadi sebuah band Swing. Baca selanjutnya…

Arturo Sandoval; Belajar Trumpet Sejak Usia 12 Tahun

Mei 10, 2010 1 komentar

Arturo Sandoval

Sebagai seorang anak dari seorang montir, Arturo Sandoval belajar trumpet musik klasik ketika masih berusia 12 tahun dan kemudian tiga tahun berikutnya dia mendaftarkan ke Cuban National School of the Arts belajar bersama seorang trumpetis musik klasik dari Rusia. Pada awal tahun 1970an, dia menjadi salah satu pendiri dan anggota dari The Orquesta Cubana de Musica Moderna di mana sampai tahun 1973 berkembang menjadi gaya Afro-Cuba yang juga merupakan pengaruh dari bandnya Irakere. Baru sekitar tahun 1977 dia bertemu dengan musisi idolanya, Dizzy Gillespie. Dengan cepat dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bergabung dengan bandnya Dizzy Gillespie ketika tournya ke Eropa dan di Kuba sendiri. Hubungannya berlanjut ketika Gillespie memasukan Sandoval ke United Nation Orchestra. Baca selanjutnya…

Ravi Coltrane; Tidak Mau Mengekor Sang Ayah

Ravi Coltrane

Ravi Coltrane putra dari John Coltrane yang juga memainkan tenor saxophone dan sopran saxophone seperti ayahnya ini sepertinya tidak hanya menyandang nama besar Coltrane saja tetapi juga punya eksistensi sendiri dalam bermusik tanpa harus melihat dan mengandalkan nama Coltrane saja. Hal ini sepertinya ingin dibuktikan dengan album-albumnya termasuk album keduanya ini “From The Round Box”. Tapi tentu saja melihat albumnya ini, sebagaimana para musisi sekarang tidak akan terlepas dari pengaruh-pengaruh para pendahulunya, demikian juga dengan Ravi Coltrane yang menampakkan pengaruh dari Joe Henderson, Sonny Stitt, Ornette Coleman bahkan dari mendiang ayahnya sendiri musisi jazz legendaries John Coltrane. Dan ada baiknya mendengarkan album ini tanpa mengingat bahwa dia adalah putra dari John Coltrane. Baca selanjutnya…