Rebana; digunakan untuk mengiringi tarian dan nyanyian rakyat

September 1, 2011 1 komentar

Rebana Mangkuk

Rebana adalah sejenis gendang satu muka yang digunakan untuk mengiringi tarian dan nyanyian rakyat, disebut juga  Adai-Adai oleh masyarakat Melayu berketurunan Brunei di daerah Papar, Beaufort  dan Sipitang. Rebana dipukul dengan satu tangan seperti juga teknik yang digunakan untuk rebana yang terdapat dalam  ensemble musik sinkretik yang lain. Pukulan rebana serta nyanyian Adai-Adai diadakan untuk merayakan pesta atau menyambut tamu kehormatan. Bagi suku-bangsa Bajau, terdapat juga sejenis rebana (gendang panjang) yang mempunyai satu muka. Gendang itu diposisikan tegak di atas lantai dan dipukul dengan tangan. Gendang ini biasanya digunakan dalam kesenian musik Bertitik untuk memainkan pola pukulan seperti irama Kedidi, Ayas dan Tidong. Baca selanjutnya…

Billie Holiday; Meninggal dengan kondisi miskin

Agustus 24, 2011 1 komentar

Billie Holyday

Terlahir sebagai Eleonora Fagan Gough, Billie Holiday mengalami masa kecil yang sulit yang sangat mempengaruhi kehidupan dan karir musiknya. Sebagian masa kecil Billie masih merupakan misteri dan sebagian lainnya tertera dalam otobiografinya/Lady Sing the Blues/ yang pertama kali dipublikasikan tahun 1956 dan kemudian diketahui mengandung banyak kesalahan.

Nama panggung, Billie Holiday adalah gabungan nama aktris idolanya Billie Dove dan Clarence Holiday, yang kemungkinan besar adalah ayahnya. Dia sempat mengganti nama belakangnya menjadi Halliday, agaknya untuk menghilangkan jejak ayah yang tak peduli padanya namun kemudian kembali menggunakan nama Holiday. Ada sejumlah kontroversi soal siapa ayah Billie Holiday. Menurut akta kelahiran yang dikeluarkan di Baltimore, ayak Billie bernama Frank De Viese. Beberapa kritikus menduga nama ini hanya dimasukkan begitu saja oleh para pegawai rumah sakit.

Baca selanjutnya…

Hendra Wijaya; Pakar Musik Ragtime

Agustus 23, 2011 Komentar dimatikan

Hendra Wijaya

Sangat sedikit pianis jazz Indonesia yang memiliki ketrampilan luar biasa memainkan dixieland maupun ragtime dengan sempurna. Salah satunya adalah almarhum Hendra Wijaya. Jari- jemarinya dengan cepat menelusuri rusuk tuts piano memainkan struktur melodi ragtime yang khas. Tak berlebihan jika kita menderetkan Hendra Wijaya sebagai maestro piano ragtime.

Sebetulnya sosok Hendra Wijaya awalnya justeru lebih dikenal sebagai kampiun electone. Pada tahun 1973, Hendra Wijaya berhasil menjadi Juara I Festival Electone Tingkat Nasional di Jakarta. Disini memang telah terlihat kepiawaian Hendra dalam memainkan perangkat keyboards. Hendra Wijaya terbukti bukan jago kandang. Saat berangkat ke Tokyo, Jepang, mewakili Indonesia dalam Festival Electone International, misalnya, dia berhasil (lagi) mencetak prestasi luar biasa: menjadi Juara dunia ke-2. Sejak saat itu sosok Hendra mulai diperhitungkan sepak terjangnya di kancah musik Indonesia.

Baca selanjutnya…

Penggolongan Alat Musik

Agustus 19, 2011 10 komentar

Ilustrasi

Penggolongan alat musik dibedakan menjadi beberapa macam yaitu,

1. Menurut fungsinya

Penggolongan alat musik menurut fungsinya terbagi menjadi tiga yaitu

a. Melodis

Alat musik melodis adalah alat musik yang biasanya membunyikan melodi pada suatu lagu, pada umumnya alat musik ini tidak bisa memainkan kord secara sendirian. Contoh alat musik melodis adalah biola, trupet, recorder, flute. Baca selanjutnya…

Dasar-dasar Kritik Dalam Musik

Agustus 18, 2011 Tinggalkan komentar

Ilustrasi

Unsur lagu

Unsur utama dari sebuah lagu adalah Lirik dan Musik. Beberapa hal yang dapat ditambahkan untuk meningkatkan performa musik dapat berupa hal-hal yang bersifat visual seperti video, pertunjukan musik, seni tari, dsb. Namun yang pasti, yang terutama dalam menilai sebuah lagu adalah dari segi Lirik dan Musik.

Saronen; Instrumen Musik Madura

Agustus 17, 2011 Tinggalkan komentar

Saronen

Ketika anda menyaksikan beberapa atraksi kesenian daerah di Madura, instrumen musik pengiring yang paling dominan adalah Saronen. Instrumen musik ini sangat kompleks dalam penggunaannya. Katakanlah musik serba guna yang mampu menghadirkan berbagai nuansa sesuai dengan kepentingan. Walaupun musik instrumen ini merupakan perpaduan dari beberapa alat musik, namun yang paling dominan adalah liukan-liukan alat tiup berbentuk kerucut sebagai alat musik utama. Alat musik tersebut bernama Saronen. Baca selanjutnya…

Jeritan Musisi Punk Untuk Ibu Pertiwi

Agustus 16, 2011 Tinggalkan komentar

Illustrasi

If you wanna change the world…
Change the world today…
No more sorrow no more tears…
Let’s do… something now…!!! (UTW-SID)

Sepenggal kata yang diungkapkan oleh sebuah band beraliran punk dan mampu membakar semangat kita agar terus berjuang memperbaiki hidup bangsa ini.  Sekilas, alunan musik keras diiringi distorsi gitar dengan tempo tinggi membuat orang awam tak mampu menerima musik yang seperti ini. Namun inilah musik punk, musik yang dianggap sebagai musik pemberontak, dan orang awam tentunya akan mengidentikan musik ini sebagai musik anarki. Baca selanjutnya…

Jubing Kristianto; Gitaris “Fingerstyle” Indonesia

Agustus 15, 2011 Tinggalkan komentar

Jubing K.

Jubing Kristianto (lahir di Semarang, Jawa Tengah, 9 April 1966; umur 45 tahun) adalah seorang gitaris fingerstyle Indonesia yang banyak menjelajahi berbagai repertoar. Jubing menggunakan gitar klasik sebagai instrumennya.

Jubing dikenal pandai menghadirkan “suasana” yang ingin disampaikan sebuah lagu melalui gabungan berbagai teknik permainan gitar yang dinamis.  Selain itu, gitaris Indonesia ini juga memberikan sumbangan dalam musikalisasi puisi dengan melakukan kolaborasi antara permainan gitar dengan pembacaan puisi, bahkan ia juga berkolaborasi dengan penyair WS Rendra yang membaca puisi serta pelukis Susilowati Natakoesoemah dalam acara “Collaborathree” di Jakarta. Demikian pula kolaborasi permainan gitarnya dengan permainan perkusi tradisional Suryadi dan suara penyanyi tenor Abimanyu tampil memukau penggemar musik yang melihatnya. 

Baca selanjutnya…

Musik Pop; Genre Musik yang Paling Banyak Digemari

Agustus 14, 2011 8 komentar

Ilustrasi

Dari sekian banyak jenis aliran musik yang telah disediakan oleh para musisi, musik pop boleh jadi menjadi jenis aliran musik yang paling banyak memiliki peminat. Musik pop memiliki ciri khas berupa musiknya yang easy listening dan memiliki lirik yang komersial. Selain sederhana dalam lirik dan musik yang cenderung bertemakan hal-hal komersial, keistimewaan lain yang dimiliki oleh musik pop adalah penggunaan berbagai inovasi teknologi untuk menunjang musiknya. Misalnya gitar listrik atau proses mixing yang dapat menghasilkan nada-nada yang enak didengar dan lebih bervariasi. Hal-hal itulah yang kemudian menjadi alasan mengapa musik pop banyak digemari. Terutama oleh para remaja. Baca selanjutnya…

Sekilas Perjalanan “Koes Plus”

Agustus 13, 2011 2 komentar

Koes Ploes

Kelompok ini dibentuk pada tahun 1969, sebagai kelanjutan dari kelompok “Koes Bersaudara”. Koes Bersaudara menjadi pelopor musik pop dan rock ‘n roll, bahkan pernah dipenjara karena musiknya yang dianggap mewakili aliran politik kapitalis. Di saat itu sedang garang-garangnya gerakan anti kapitalis di Indonesia. Baca selanjutnya…