Archive

Archive for the ‘Jazz’ Category

Billie Holiday; Meninggal dengan kondisi miskin

Agustus 24, 2011 1 komentar

Billie Holyday

Terlahir sebagai Eleonora Fagan Gough, Billie Holiday mengalami masa kecil yang sulit yang sangat mempengaruhi kehidupan dan karir musiknya. Sebagian masa kecil Billie masih merupakan misteri dan sebagian lainnya tertera dalam otobiografinya/Lady Sing the Blues/ yang pertama kali dipublikasikan tahun 1956 dan kemudian diketahui mengandung banyak kesalahan.

Nama panggung, Billie Holiday adalah gabungan nama aktris idolanya Billie Dove dan Clarence Holiday, yang kemungkinan besar adalah ayahnya. Dia sempat mengganti nama belakangnya menjadi Halliday, agaknya untuk menghilangkan jejak ayah yang tak peduli padanya namun kemudian kembali menggunakan nama Holiday. Ada sejumlah kontroversi soal siapa ayah Billie Holiday. Menurut akta kelahiran yang dikeluarkan di Baltimore, ayak Billie bernama Frank De Viese. Beberapa kritikus menduga nama ini hanya dimasukkan begitu saja oleh para pegawai rumah sakit.

Baca selanjutnya…

Hendra Wijaya; Pakar Musik Ragtime

Agustus 23, 2011 Komentar dimatikan

Hendra Wijaya

Sangat sedikit pianis jazz Indonesia yang memiliki ketrampilan luar biasa memainkan dixieland maupun ragtime dengan sempurna. Salah satunya adalah almarhum Hendra Wijaya. Jari- jemarinya dengan cepat menelusuri rusuk tuts piano memainkan struktur melodi ragtime yang khas. Tak berlebihan jika kita menderetkan Hendra Wijaya sebagai maestro piano ragtime.

Sebetulnya sosok Hendra Wijaya awalnya justeru lebih dikenal sebagai kampiun electone. Pada tahun 1973, Hendra Wijaya berhasil menjadi Juara I Festival Electone Tingkat Nasional di Jakarta. Disini memang telah terlihat kepiawaian Hendra dalam memainkan perangkat keyboards. Hendra Wijaya terbukti bukan jago kandang. Saat berangkat ke Tokyo, Jepang, mewakili Indonesia dalam Festival Electone International, misalnya, dia berhasil (lagi) mencetak prestasi luar biasa: menjadi Juara dunia ke-2. Sejak saat itu sosok Hendra mulai diperhitungkan sepak terjangnya di kancah musik Indonesia.

Baca selanjutnya…

Olle Pattiselano; Separuh Nafas Untuk Jazz

Agustus 9, 2011 Tinggalkan komentar

Patti Selano

Oele Pattiselanno memperdalam dan mengembangkan permainan gitarnya secara otodidak. Ia sempat pula belajar pada Jack Lesmana (waktu itu masih bernama Jack Lemmers) di Surabaya; namun hanya sebentar, karena Jack Lesmana pindah ke Jakarta. Oele sempat gabung dengan band Cressendo (1963), di mana kedua adiknya juga gabung, yaitu Perry Pattiselanno (bas) dan Jacky Pattiselanno (drums). Juga dua orang temannya, yaitu Didi Soekarno dan Denny Jossal. Grup tersebut tampil di berbagai tempat hiburan, memainkan berbagai jenis musik (jazz, pop, Latin). Baca selanjutnya…

Kategori:Jazz Tag:, ,

Ermy Kullit; Ratu Bossas Indonesia

Agustus 3, 2011 Tinggalkan komentar

Ermy Kullit

Jazz itu ibarat kelapa: makin tua makin berminyak. Pemusik atau penyanyi jazz makin tua makin matang. Sebaliknya dengan pemusik atau penyanyi pop. Kalau usia sudah di atas 27 tahun, maka masa kejayaan itu, pelan tapi pasti, memudar. Apalagi, bagi penyanyi yang hanya mengandalkan tampang dan bokong doang. Baca selanjutnya…

Konser David Foster di Surabaya

Oktober 28, 2010 10 komentar

David Foster and Friends

Konser David Foster & Friends tadi malam dirundung suasana duka akibat bencana yang tak kenal ampun yang kini dirasakan oleh sebagian rakyat Indonesia.

Saat jumpa pers sebelum pagelaran konser dimulai, David berujar, dirinya merasakan betul berbagai bencana yang kini melanda Indonesia. Baca selanjutnya…

Dewa Budjana; Gitarku: hidupku, kekasihku

Oktober 14, 2010 1 komentar
Dewa Budjana

Dewa Budjana mungkin merupakan sosok gitaris yang sempurna. Setidaknya di Indonesia ia bisa dibilang telah memiliki segala hal yang diimpikan oleh gitaris-gitaris lainnya. Bagaimana tidak? mulai dari sound dan permainannya yang berkarakter, serta segudang pengalaman dalam dunia musik yang antara lain : kesuksesan bersama bandnya Gigi, merilis 4 album solo instrumental, menjadi session player dengan berbagai macam musisi, membentuk Trisum yang sempat mencuri perhatian publik, sampai memproduseri album mulai dari yang bernuansa religi hingga mengorbitkan gitaris sekaliber Balawan. Budjana juga merupakan gitaris yang paling sering diburu oleh penggemarnya untuk urusan teknik dan sound.

Baca selanjutnya…

ERA SWING SEBAGAI “THE GOLDEN AGE OF JAZZ”

Ilustrasi

Dengan terjadinya depresi perekonomian dunia pada sekitar permulaan decade 1930 yang membuat keadaan perekonomian Amerika Serikat semakin berat, sebagai salah satu dampaknya adalah banyak lapangan pekerjaan menghilang sehingga menyebabkan tingkat pengangguran yang tinggi. Hal ini juga dirasakan dalam sejarah perkembangan musik jazz, termasuk industri rekamannya. Banyak musisi jazz juga seolah-olah terpisah dan menghilang begitu saja. Demikian juga dengan para pendengar setianya, mereka lebih banyak tinggal dirumah masing-masing sambil mendengarkan radio atau televisi daripada pergi menonton pertunjukan musik jazz di klab atau gedung pertunjukan lainnya. Baca selanjutnya…

Kategori:Jazz Tag:, ,

Maylaffayza; Semangat dari sebuah kebebasan dalam berkarya.

Juli 2, 2010 2 komentar

Maylaffayza Wiguna

Salah satu nama pemain violin muda tanah air yang saat ini menarik perhatian adalah Maylaffayza. Cantik dan seksi. Itu kesan secara fisik yang ditampilkan Fayza, begitu Maylaffayza Permata Fitri Wiguna akrab disapa. Namun dibalik itu, ia adalah pemain viola yang perfeksionis. Stephane Grapelli, Regina Carter, Miri Ben Ari adalah sederet maestro inspirasinya. Dibawah bimbingan Idris Sardi, legenda violis tanah air, Fayza mengembangkan pilihan alat musik spesialisasinya itu. Baca selanjutnya…

Kategori:Jazz Tag:,

Tompi; Dokter Muda yang Piawai Menyanyi Jazz

Juni 10, 2010 1 komentar

Tompi

Lahir dengan nama Teuku Adifitrian, atau lebih yang popular dengan nama Tompi pada tanggal 22 September 1978 di Lhokseumawe Aceh. Kesenian daerah Aceh sangat mendukung dengan hobi dan bakat Tompi di bidang seni terutama dalam hal tarik suara dan tari. Di Acehlah masa remaja Tompi di habiskan.

Hingga pada tahun 1997 ketika dia melanjutkan studinya di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, di sela-sela waktu kuliahnya bakat tersebut dilanjutkan dan dikembangkan dengan lebih banyak lagi belajar seni musik dan tarik suara bersama penyanyi jazz terkenal di Jakarta Bertha dan pianis Tjut Nyak Deviana.

Baca selanjutnya…

Tiempo Libre; Grup Latin Jazz dari Cuba

TiempoLibre

Band yang mengusung latin jazz dengan awak personel yang terhitung masih muda. Mereka mempunyai karakter yang kuat dengan menggabungkan latin jazz dan irama timba yang unik (varian musik salsa yang menggabungkan musik klasik, latin jazz, funk, hip hop dan nueva trova) dan energik.

Tiempo Libre beranggotakan tujuh anak muda Kuba yang hijrah ke Miami. Mereka adalah Jorge Gomez (Director & Piano), Fernando Pina (Drums), Joaquin Diaz (Vocals), Leandro Gonzalez (Congas), Tebelio “Tony” Fonte (Bass), Eduardo Quintana (Flute & Sax) dan Julio Diaz (Flute & Sax). Baca selanjutnya…