Beranda > Jazz > Billie Holiday; Meninggal dengan kondisi miskin

Billie Holiday; Meninggal dengan kondisi miskin

Billie Holyday

Terlahir sebagai Eleonora Fagan Gough, Billie Holiday mengalami masa kecil yang sulit yang sangat mempengaruhi kehidupan dan karir musiknya. Sebagian masa kecil Billie masih merupakan misteri dan sebagian lainnya tertera dalam otobiografinya/Lady Sing the Blues/ yang pertama kali dipublikasikan tahun 1956 dan kemudian diketahui mengandung banyak kesalahan.

Nama panggung, Billie Holiday adalah gabungan nama aktris idolanya Billie Dove dan Clarence Holiday, yang kemungkinan besar adalah ayahnya. Dia sempat mengganti nama belakangnya menjadi Halliday, agaknya untuk menghilangkan jejak ayah yang tak peduli padanya namun kemudian kembali menggunakan nama Holiday. Ada sejumlah kontroversi soal siapa ayah Billie Holiday. Menurut akta kelahiran yang dikeluarkan di Baltimore, ayak Billie bernama Frank De Viese. Beberapa kritikus menduga nama ini hanya dimasukkan begitu saja oleh para pegawai rumah sakit.

Kehidupan Billie sejak awal memang sudah sangat sulit. Ibunya, Sadie Fagan pindah ke Philadelphia, kota tempat kelahiran Billie, karena diusir dari rumah setelah hamil di usia 13 tahun. Setelah Billie lahir, mereka berdua tinggal di kawasan miskin Baltimore. Sang ibu kemudian menikah kembali saat Billie berusia 3 tahun namun tak lama kemudian bercerai, ayah barunya meninggalkan Billie sendirian dengan ibu dan anggota keluarga lainnya. Kondisi ini yang membuat Billie sering mangkir dari sekolah. Akibatnya, Billie kemudian dikirim ke sebuah sekolah Katholik pada tahun 1925.

Karena pertolongan kerabat keluarganya, maka Billie bisa keluar dari sekolah itu pada tahun 1927. Trauma dengan pengalaman ini setahun berikutnya Billie pindah ke New York bersama ibunya. Tahun 1929, ibu Billie memergoki tetangganya Wilbert Rich tengah memperkosa Billie. Rich sendiri kemudian dipenjara tiga bulan atas perbuatannya. Di New York, Billie bersama ibunya menjadi pembantu rumah tangga.

Ibunya kemudian mencari tambahan pendapatan dengan menjadi pekerja seks komersial. Billie sebenarnya sudah mulai menyanyi di beberapa klub pada tahun 1930-1931. Berbagai cerita muncul soal awal kesuksesannya, yang jelas Billie mulai menarik perhatian pada tahun 1933 saat produser jazz Mark Hammond, yang usianya hanya lebih tua tiga tahun dari Billie dan tengah memulai karirnya, menulis tentang Billie untuk Melody Maker dan kemudian membawa Benny Goodman untuk melihat penampilan Billie. Setelah merekam demo di Columbia Studios, Billie bergabung dengan band kecil pimpinan Goodman dan memulai debut komersialnya pada 27 November 1933 dengan lagu /Your Mother Son-In-Law./

Meski selama setahun berikutnya Billie tak pernah masuk studio rekaman lagi, nama dan kemampuannya sudah menarik minat sejumlah klub malam di New York.. Pada awal 1935, dia memulai debutnya di Apolli Theater dan tampil bersama Duke Ellington. Selama paruh kedua 1935, Billie akhirnya masuk dapur rekaman lagi dan merekam empat sesi bersama pianis Teddy Wilson. Meski rekaman ini gagal karena kualitasnya yang buruk, Billie dan beberapa grup band menghidupkan sejumlah lagu yang dianggap biasa seperti /What a Little Moonligt D, Twenty Four Hours a Day /dan /If You Were Mine/. Permainan band yang menawan ditambah kemampuan olah vocal Billie yang semakin baik membuat Billie dan bandnya semakin terkenal.

Selama tahun 1936, Billie menggelar tur bersama Jimmie Lunceford dan Fletcher Henderson. Kemudian dia kembali ke New York dan pada akhir tahun 1937, Billie merekam beberapa lagu dengan sejumlah band kecil yang juga tengah diorbitkan Hammond, Count Basies Orchestra. Penyanyi tenor, Lester Young yang pernah mengenal Billie beberapa tahun sebelumnya dan pemain terompet Buck Clayton menjadi musisi yang selalu tampil bersama Billie. Mereka bertiga menghasilkan album terbaik mereka pada akhir 1930-an.

Pada musim semi 1937, dia memulai tur bersama Count Bassie, sebagai pendamping penyanyi utama Jimmy Rushing. Namun, Billie hanya bertahan satu tahun setelah dipecat karena terlalu temperamental dan penolakannya untuk membawakan lagu-lagu blues standard penyanyi perempuan dari decade 1920-an.

Untuk sementara, pemecatan ini justru menguntungkan Billie. Kurang dari sebulan setelah dipecar Bassie, Billie dikontrak sebuah band populer saat itu Artie Shaw band. Dia mulai bernyanyi bersama grup ini pada tahun 1938, dan menjadi penyanyi kulit hitam pertama yang menjadi vokalis utama grup band kulit putih. Namun, promoter penrtunjukan dan sponsor radio menolak kehadiran Billie karena gaya menyanyinya yang di luar kebiasaan dan juga karena kulitnya yang hitam.

Setelah sejumlah pelecehan, Billie akhirnya keluar dari band itu. Dan untuk kedua kalinya, keputusan ini tepat. Tak lama kemudian, Billie mendapat kesempatan tampil di sebuah klub malam baru Café Society, yang merupakan klub malam baru dengan pengunjung dari berbagai ras. Di klub itu, Billie menyanyikan lagu yang kemudian akan membawanya ke puncak karir,/Strange Fruit./

Strange Fruit kemudian menjadi lagu andalan penampilan Billie. Meski John Hammond menolak untuk merekam lagu ini, namun dia memberi izin Billie untuk merekam lagu tersebut untuk perusahaan rekaman Commodore milik Milt Gabler. Saat dirilis, beberapa stasiun radio memboikot lagu ini yang justru semakin membuat lagu ini kontroversial sekaligus laris.

Billie kembali mencetak hit pada tahun 1941 dengan lagu God Bless the Child. Gabler yang juga bekerja untuk Decca Records mengontrak Billie pada tahun 1944 dan memberikan lagu yang khusus diciptakan bagi Billie, Lover Man. Lagu ini menjadi hit ketiga Billie Holiday. Billie terus bersama Decca selama decade 1940-an dan kembali mencatatkan hasil bagus termasuk lagu karya Bessie Smith Nobody’s Business If I Do/Them There Eyes/ dan /Crazy He Calls Me. Saat karirnya tengah di puncak, kehidupan emosional Billie memunculkan masa-masa sulit di pertengahan 1940-an. Setelah menjadi pecandu alcohol dan marijuana, Billie mulai mengkonsumsi opium bersama suami pertamanya Johnie Monroe.

Perkawinan pertamanya kandas dan tak lama kemudian dia menikah kedua kalinya kali ini dengan pemain terompet Joe Guy dan saat itu Billie mulai menkonsumsi heroin. Billie sempat meraih sukses dalam konsernya di Balaikota New York dan sempat bermain film bersama Louis Armstrong tahun 1947 berjudul New Orleans. Di film itu di berperan sebagai pembantu rumah tangga. Namun, Billie kehilangan banyak uang usai menggelar konser tunggal bersama Joe Guy. Kematian ibunya sangat mempengaruhi Billie dan tahun 1947 Billie berurusan dengan hukum karena memiliki heroin dan dihukum penjara selama delapan bulan.

Sayangnya, masalah Billie berlanjut saat dia bebas dari tahanan. Kasus narkoba membuatnya tersingkir dari berbagai pertunjukan di klub-klub malam. Dua tahun kemudian, Billie memulai rekaman untuk produser Norman Granz pemilik label Clef, Norgan dan Verve. Rekaman ini membuatnya kembali tampil bersama para musisi top misalnya Oscar Peterson dan Charlie Shavers. Tahun 1954, untuk pertama kalinya Billie menggelar tur Eropa. Saat kembali ke Eropa, sekitar lima tahun kemudian, Billie tampil untuk terakhir kalinya di televisi yaitu untuk acara Chelsea at Nine di London. Rekaman terakhir Billie dibuat untuk MGM tahun 1959. Album ini dirilis setelah kematian Billie Holiday.

Pada 31 Mei 1959, Billie dilarikan ke rumah sakit Metropolitan New York akibat penyakit liver dan jantung. Di rumah sakit kamarnya dijaga ketat polisi. Penjagaan ini bukan karena khawatir akan banyaknya pengunjung, namun di saat sekarat itu polisi menjerat Billie atas kepemilikan illegal obat-obatan terlarang. Billie tetap dalam pengawasan polisi di rumah sakit sampai dia meninggal 17 Juli 1959. Di tahun-tahun terakhir kehidupannya, dia banyak menghambur-hamburkan pendapatannya. Saat dia meninggal Billie hanya memiliki tabungan 70 sen dan uang 750 dolar di kantungnya.

Sumber: horizon-line.com

***

  1. Agustus 22, 2014 pukul 8:45 am

    This is really interesting, You are a very skilled blogger.
    I have joined your rss feed and look forward to seeking more of your fantastic post.
    Also, I have shared your site in my social
    networks!

    pitey bowes pitey bowes pitey bowes pitey bowes pitey bowes افضل شركة تنظيف بالدمام pitey bowes افضل شركة مكافحة الصراصير
    بالرياض
    pitey bowes pitey bowes افضل شركة كشف تسربات
    المياه بالرياض pitey bowes افضل شركة
    جلى بلاط بالرياض افضل شركة عزل خزانات بالرياض
    pitey bowes pitey bowes
    pitey bowes افضل شركة تنظيف خزانات
    بالرياض pitey bowes افضل شركة رش دفان بالرياض
    افضل شركة تنظيف بالدمام pitey bowes pitey bowes افضل
    شركة تنظيف بيوت بالرياض
    pitey bowes pitey bowes افضل شركة
    تنظيف خزانات بالرياض افضل شركة تنظيف بجدة pitey bowes افضل شركة تنظيف بجدة pitey bowes افضل
    شركة تنظيف بالدمام
    pitey bowes pitey bowes pitey bowes pitey
    bowes افضل شركة تخزين اثاث بالرياض شركة نظافة سجاد
    pitey bowes pitey bowes
    افضل شركة رش دفان بالرياض pitey bowes افضل رش
    مبيدات قبل صبة النظافة pitey bowes افضل شركة تخرين عفش بالرياض افضل رش مبيدات قبل صبة النظافة شركات تنظيف بالرياض pitey bowes
    pitey bowes pitey bowes pitey bowes افضل شركة رش
    دفان بالرياض افضل شركة مكافحة الصراصير بالرياض pitey bowes
    pitey bowes pitey bowes
    افضل شركة رش مبيدات بالرياض pitey bowes
    pitey bowes افضل شركة مكافحة حشرات
    بالدمام شركات تنظيف افضل شركة تنظيف
    خزانات بالرياض {افضل شركة تخرين عفش بالرياض pitey bowes

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: