Beranda > Jazz > Dewa Budjana; Gitarku: hidupku, kekasihku

Dewa Budjana; Gitarku: hidupku, kekasihku

Dewa Budjana

Dewa Budjana mungkin merupakan sosok gitaris yang sempurna. Setidaknya di Indonesia ia bisa dibilang telah memiliki segala hal yang diimpikan oleh gitaris-gitaris lainnya. Bagaimana tidak? mulai dari sound dan permainannya yang berkarakter, serta segudang pengalaman dalam dunia musik yang antara lain : kesuksesan bersama bandnya Gigi, merilis 4 album solo instrumental, menjadi session player dengan berbagai macam musisi, membentuk Trisum yang sempat mencuri perhatian publik, sampai memproduseri album mulai dari yang bernuansa religi hingga mengorbitkan gitaris sekaliber Balawan. Budjana juga merupakan gitaris yang paling sering diburu oleh penggemarnya untuk urusan teknik dan sound.

Berawal dari banyaknya email yang masuk dari penggemarnya yang bertanya mengenai settingan alat dan tips memainkan sejumlah lagu Gigi, maka Budjana memutuskan untuk membuat sebuah buku yang merangkum semua jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut . Bahkan buku setebal 117 halaman ini juga pada akhirnya dilengkapi dengan diskografi, tablatur, dan catatan-catatan penting dalam perjalanan karirnya.

REVIEW

Lembar-lembar pertama buku ini dihiasi oleh testimonial dari Ian Antono, lalu disusul oleh prolog yang menggambarkan secara ringkas awal ketertarikannya terhadap instrumen gitar. Kemudian pada sesi berikutnya buku ini menuliskan kejadian-kejadian penting selama ia berkarir bersama Gigi. Pada bagian tersebut buku ini mampu menuliskan secara ringkas namun padat dan jelas mengenai hal-hal menarik dalam kiprahnya bersama Gigi. Halaman 21 buku ini kita bisa melihat susunan 16 cover album Gigi (termasuk album the best dan repackage) semenjak era Baron (1994) hingga Peace, Love, and Respect (2007).

Pada sesi Gitarku, Budjana menampilkan 22 gitarnya koleksi miliknya. Tiap-tiap gitar ia tuliskan kisah-kisah menariknya sebanyak 2 sampai 3 kalimat. Gitar-gitar yang ia ceritakan mayoritas bermerk Parker, Gibson, Godin, dan Taylor. Budjana juga memaparkan dengan cukup jelas 4 tipe setup gearnya yang masing-masing ia gunakan untuk kondisi-kondisi tertentu. Misalnya setup 1 yang cukup kompleks ia gunakan untuk setiap penampilan di Jakarta bersama Gigi. Setup 2 merupakan versi ‘paket hemat’ dari setup 1 dimana ia mengganti Line POD XT Pro, Line 6 Echo Pro, serta Line 6 Modulation menjadi POD XT Live, dan POD XT saja. Setup 2 biasa ia gunakan untuk main didaerah-daerah karena sangat sulit untuk membawa setup 1 yang sangat berat. Masih ada Setup 3 dan Setup 4 yang masing-masing ia gunakan untuk album akustik Gigi dan proyek solo seperti Trisum.

Dewa Budjana

Tips & Trik dan Musikku adalah halaman dimana Budjana memaparkan cara-cara untuk memainkan sejumlah lagu-lagu di album Gigi dan album solonya. Halaman-halaman ini dibuat cukup detail sampai-sampai Budjana menuliskan not balok untuk aransemen strings segala. Bagi yang ‘alergi’ dengan ‘grendel anggur’ alias not balok, jangan khawatir karena Budjana juga mentranslate kedalam not tablatur gitar. Ia juga tidak lupa menuliskan gear dan teknik yang ia gunakan untuk tiap-tiap lagunya.

Halaman akhir dari buku ini menampilkan sejumlah testimonial dari insan musik seperti Dwiki Dharmawan, Purwacaraka, Eross Chandra, dan sejumlah insan musik dalam dan luar negeri hingga sosok seperti Peter Gontha.

KESIMPULAN

Secara keseluruhan buku ini mampu menggambarkan seluk-beluk seorang Dewa Budjana dengan teknik penulisan yang baik. Terutama bagi anda yang suka berburu setup gear dan teknik bermain Budjana, sangat diharamkan apabila anda tidak memilikinya. Apalagi buku ini juga dilengkapi dengan DVD yang sangat berguna untuk menjelaskan penulisan secara audio dan video.

***

INTRO
Dewa Budjana mungkin merupakan sosok gitaris yang sempurna. Setidaknya di Indonesia ia bisa dibilang telah memiliki segala hal yang diimpikan oleh gitaris-gitaris lainnya. Bagaimana tidak? mulai dari sound dan permainannya yang berkarakter, serta segudang pengalaman dalam dunia musik yang antara lain : kesuksesan bersama bandnya Gigi, merilis 4 album solo instrumental, menjadi session player dengan berbagai macam musisi, membentuk Trisum yang sempat mencuri perhatian publik, sampai memproduseri album mulai dari yang bernuansa religi hingga mengorbitkan gitaris sekaliber Balawan. Budjana juga merupakan gitaris yang paling sering diburu oleh penggemarnya untuk urusan teknik dan sound. 
Berawal dari banyaknya email yang masuk dari penggemarnya yang bertanya mengenai settingan alat dan tips memainkan sejumlah lagu Gigi, maka Budjana memutuskan untuk membuat sebuah buku yang merangkum semua jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut . Bahkan buku setebal 117 halaman ini juga pada akhirnya dilengkapi dengan diskografi, tablatur, dan catatan-catatan penting dalam perjalanan karirnya.

REVIEW
Lembar-lembar pertama buku ini dihiasi oleh testimonial dari Ian Antono, lalu disusul oleh prolog yang menggambarkan secara ringkas awal ketertarikannya terhadap instrumen gitar. Kemudian pada sesi berikutnya buku ini menuliskan kejadian-kejadian penting selama ia berkarir bersama Gigi. Pada bagian tersebut buku ini mampu menuliskan secara ringkas namun padat dan jelas mengenai hal-hal menarik dalam kiprahnya bersama Gigi. Halaman 21 buku ini kita bisa melihat susunan 16 cover album Gigi (termasuk album the best dan repackage) semenjak era Baron (1994) hingga Peace, Love, and Respect (2007).

Pada sesi Gitarku, Budjana menampilkan 22 gitarnya koleksi miliknya. Tiap-tiap gitar ia tuliskan kisah-kisah menariknya sebanyak 2 sampai 3 kalimat. Gitar-gitar yang ia ceritakan mayoritas bermerk Parker, Gibson, Godin, dan Taylor. Budjana juga memaparkan dengan cukup jelas 4 tipe setup gearnya yang masing-masing ia gunakan untuk kondisi-kondisi tertentu. Misalnya setup 1 yang cukup kompleks ia gunakan untuk setiap penampilan di Jakarta bersama Gigi. Setup 2 merupakan versi ‘paket hemat’ dari setup 1 dimana ia mengganti Line POD XT Pro, Line 6 Echo Pro, serta Line 6 Modulation menjadi POD XT Live, dan POD XT saja. Setup 2 biasa ia gunakan untuk main didaerah-daerah karena sangat sulit untuk membawa setup 1 yang sangat berat. Masih ada Setup 3 dan Setup 4 yang masing-masing ia gunakan untuk album akustik Gigi dan proyek solo seperti Trisum.

Tips & Trik dan Musikku adalah halaman dimana Budjana memaparkan cara-cara untuk memainkan sejumlah lagu-lagu di album Gigi dan album solonya. Halaman-halaman ini dibuat cukup detail sampai-sampai Budjana menuliskan not balok untuk aransemen strings segala. Bagi yang ‘alergi’ dengan ‘grendel anggur’ alias not balok, jangan khawatir karena Budjana juga mentranslate kedalam not tablatur gitar. Ia juga tidak lupa menuliskan gear dan teknik yang ia gunakan untuk tiap-tiap lagunya.

Halaman akhir dari buku ini menampilkan sejumlah testimonial dari insan musik seperti Dwiki Dharmawan, Purwacaraka, Eross Chandra, dan sejumlah insan musik dalam dan luar negeri hingga sosok seperti Peter Gontha.

KESIMPULAN
Secara keseluruhan buku ini mampu menggambarkan seluk-beluk seorang Dewa Budjana dengan teknik penulisan yang baik. Terutama bagi anda yang suka berburu setup gear dan teknik bermain Budjana, sangat diharamkan apabila anda tidak memilikinya. Apalagi buku ini juga dilengkapi dengan DVD yang sangat berguna untuk menjelaskan penulisan secara audio dan video.

  1. dims
    Maret 6, 2011 pukul 11:49 pm

    ;pertamax… dewa budjana sungguh the real of guitarist… apalagi pas dia maen jazz… wuih mantap

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: