Beranda > Ragam > UB40, From Zero To Hero

UB40, From Zero To Hero

UB40

UB40

Membaca kisah perjalanan karier band reggae bernama UB40 ini membuat saya merasa kagum. Bagaimana tidak, berawal dari sekumpulan anak muda kreatif yang tak punya apa-apa, mereka bisa mendunia dengan musik yang mereka tawarkan. Bahkan konon, mereka membentuk band ini dari uang hasil taruhan sang vokalis yang menang berkelahi di sebuah bar.

Tidak jelas kapan resminya band ini berdiri namun sepertinya mereka ini sudah mulai merintis berdirinya UB40 sejak sekitar tahun 1978-an. Berawal dari uang taruhan sebesar 4 ribu Poundsterling yang didapatkan Ali Campbell, sang calon vokalis, anak-anak muda ini mulai berbelanja peralatan musik dan berlatih keras.

Nama UB40 sendiri diambil dari nama formulir Unemployment Benefit, Form 40 yang diberikan pemerintah Inggris untuk warganya yang tidak memiliki pekerjaan dan memerlukan tunjangan dari pemerintah. Nama ini dipilih karena semua calon personil UB40 pada saat itu memang pengangguran semua. Nama yang sangat tepat.

Setelah cukup mahir bermain musik, UB40 pun mulai memberanikan diri untuk menjajal kemampuan mereka di atas panggung. Penampilan pertama mereka sebagai band adalah pada saat mereka tampil dalam acara ulang tahun salah seorang teman mereka di The Hare & Hounds Pub di Kings Heath, Birmingham pada tanggal 9 Februari 1979.

Dari pementasan perdana ini UB40 mulai berani bermain di berbagai pub hingga akhirnya Dewi Fortuna pun datang menemui mereka. Siapa Dewi Fortuna ini? Chrissie Hynde! Ya, Chrissie Hynde sempat tertarik melihat penampilan UB40 dan meminta mereka untuk menjadi band pembuka bandnya yang bernama The Pretenders.

Dari sini, jalan untuk UB40 pun terbuka. Akhir bulan Agustus 1980, UB40 melansir album pertama mereka yang berjudul SIGNING OFF. Lagi-lagi ini juga ada maknanya buat mereka. Saat mereka meluncurkan album ini, maka para personil UB40 secara resmi tak lagi layak mendapatkan tunjangan dari pemerintah Inggris yang artinya mereka harus sign off dari program Unemployment Benefit.

Sound khas mereka sendiri pun terbentuk dari proses jamming yang cukup panjang yang sempat mereka lakukan di beberapa pub di seputar Birmingham. Gaya bermusik mereka banyak dipengaruhi oleh musik blues, ska, reggae, dan lovers rock. Musik yang ditawarkan UB40 sendiri memang cukup unik karena sebagai band reggae mereka juga memasukkan bunyi-bunyi analogue synthesisers, psychedelic rock guitar, dan saxophone dalam musik mereka.

Awalnya UB40 hanya mampu berjaya di tanah Inggris, negeri kelahiran mereka namun peluncuran album LABOUR OF LOVE di tahun 1983 ternyata mampu membawa UB40 terbang ke benua Amerika dan meraih sukses di ibu kota musik dunia ini. Tak lama berselang, nama UB40 semakin melambung dan itu tak lepas dari campur tangan popularitas Elvis Presley dan Sharon Stone. Ya, sejak UB40 membawakan ulang lagu (I Can’t Help) Falling In Love With You milik Elvis dan lagu ini dijadikan lagu tema film berjudul SLIVER yang dibintangi Sharon Stone, nama UB40 mulai mendunia.

Ada yang menyebut UB40 ini sebagai band reggae paling sukses dalam hal mengumpulkan uang. Sampai saat ini album-album mereka telah terjual tak kurang dari 70 juta keping sementara banyak dari single yang ada dalam album-album itu juga berhasil masuk tangga lagu di berbagai negara. Prestasi yang sangat mengagumkan dari mantan penerima tunjangan pengangguran.

Source: Wikipedia.org

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: