Beranda > Ragam > Bob Marley, Bersemayam Bersama Fender Stratocaster

Bob Marley, Bersemayam Bersama Fender Stratocaster

Bob Marley

Bob Marley

Walaupun namanya tak sebesar nama John Lennon namun pria bernama Robert Nesta Marley ini memang layak mendapat penghormatan. Dedikasinya pada musik jelas tak perlu diragukan lagi. Tanpa Marley, dunia mungkin tak akan pernah mengenal musik reggae. Karena dedikasinya ini pula, orang dekat Marley memutuskan memakamkan Bob Marley bersama Fender merah, gitar kesayangannya.

Terlahir di sebuah dusun kecil bernama Nine Mile di Saint Ann Parish, Jamaica, Marley kecil seolah memang terlahir untuk membawa reggae ke pentas dunia. Di usia 14 tahun, Marley rela meninggalkan sekolah untuk mengawali kariernya di dunia musik. Bersama Bunny Wailer, Peter Tosh, Junior Braithwaite, Beverley Kelso, dan Cherry Smith, Bob Marley muali membentuk The Teenagers yang akhirnya menjadi cikal bakal The Wailers.

Meski sempat terlibat beberapa proyek rekaman namun secara resmi The Wailers baru merilis album pada tahun 1973. Album berjudul CATCH A FIRE bisa dibilang lumayan sukses meskipun belum seberapa dibanding album BURNIN yang dirilis satu tahun kemudian. Popularitas BURNIN jadi semakin menanjak lantaran Eric Clapton sempat merekam ulang salah satu lagu dalam album ini yang berjudul I Shot The Sheriff.

Sayang di tahun 1974 ini juga tiga personil inti The Wailers memutuskan mengambil jalan sendiri-sendiri. Bunny Wailer dan Peter Tosh lebih memilih bersolo karier sementara Bob Marley tetap menggunakan nama Bob Marley & The Wailers. Dengan formasi baru ini, nama Bob Marley semakin dikenal dunia. Itu semua tak lepas dari track No Woman No Cry yang berhasil menembus pasar internasional.

Tak lama berselang, pasar Amerika pun berhasil ditaklukkan Bob Marley dengan album RASTAMAN VIBRATION yang berhasil bercokol di Billboard Hot 100 selama empat pekan. Marley juga sempat meninggalkan Jamaica dan menetap di Inggris selama dua tahun. Di sini ia melepas dua album lagi yang berjudul EXODUS dan KAYA. Di bawah bendera Bob Marley & The Wailers ini Marley sempat merilis 7 studio album dan 5 live album.

Di pertengahan tahun 1977, Robert Nesta Marley didiagnosa mengidap kanker. Tiga tahun Marley berusaha memerangi kanker ini hingga ia melepas album terakhirnya, UPRISING. Di tengah tur promosi album inilah kondisi kesehatan Marley makin memburuk sehingga ia harus dirawat di rumah sakit di Jerman. Delapan bulan kemudian, Marley seolah merasa bahwa ajalnya sudah dekat dan memutuskan kembali ke Jamaica. Sayang sebelum ia sampai di kampung halamannya, kondisinya makin memburuk dan ia terpaksa dilarikan ke rumah sakit di Miami. Di sini pula Marley menghembuskan nafas terakhirnya pada tanggal 11 Mei 1981.

Jenazah Marley diterbangkan ke Jamaica dan dimakamkan di sana 10 hari kemudian. Robert Nesta Marley dimakamkan di sebuah chapel dekat kota kelahirannya bersama sebuah Fender Stratocaster berwarna merah (meski ada beberapa sumber yang mengatakan ia dimakamkan bersama Gibson Les Paul yang biasa ia mainkan). Sebelum ajal menjemputnya, Bob Marley sempat berpesan pada Ziggy, sang putra, “Uang tak bisa membeli kehidupan.”

Source: Wikipedia

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: